Jumat, 22 Juni 2012

Farmakologi


BAB I. PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Farmakologi dalam keperawatan adalah hal yang sangat berkaitan satu sama lain. Farmakologi adalah ilmu kesehatan yang mempelajari tentang obat. Baik itu definisi obat itu sendiri, bentuk obat, rute masuknya obat, perjalanan obat, mekanisme obat, dan jenis-jenis obat.
Ada berbagai macam jenis obat yang perlu diketahui seorang perawat sebagai penunjang proses keperawatan secara profesional.
Jenis-jenis obat tersebut antara lain :
·         Obat analgetik dan antipiretik
·         Obat anti emetik
·         Obat anti mikroba
·         Obat sistem kardio
·         Obat gangguan pernapasan
·         Obat hormonal
·         Obat anastesik
Dalam makalah ringkas ini, kelompok kami, kelompok II akan membahas mengenai Obat Anti emetik.
B.     RUMUSAN MASALAH
                                I.            Definisi Anti emetik
                              II.            Golongan Anti emetik
                           III.            Jenis Obat Anti emetik (Domperidon 10 mg)


BAB II. PEMBAHASAN
       I.            Definisi Anti emetik
Anti emetik atau obat mual adalah obat yang digunakan untuk mengatasi rasa mual dan muntah. Antiemetik secara khusus digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan dan efek samping dari analgesik golongan opiat, anastesi umum, dan kemoterapi yang digunakan untuk melawan kanker, juga untuk mengatasi vertigo (pusing) dan migrain.

    II.            Golongan Anti emetik
Anti emetik terbagi atas beberapa golongan sebagai berikut :
1.      Golongan Antagonis Reseptor 5HT3-
Obat anti emetik ini menghambat reseptor serotonin pada sistem saraf serebral dan saluran pencernaan. Sehingga obat golongan ini dapat digunakan untuk mengobati mual dan muntah setelah operasi dan penggunaan obat sitoksik.
Obat ini terbagi atas 3 yakni,
a.       Granisteron
Obat jenis ini tersedis dalam bentuk tablet dan sirup untuk diminum secara oral. Untuk pencegahan mual dan muntah pada kemoterapi. Granisteron biasanya diminum satu jam sebelum kemoterapi dijalankan. Dosis kedua diberikan setelah 12 jam dari dosis pertama. Konsumsi obat ini harus sesuai dengan resep dokter. Tidak boleh kuang maupun lebih.
b.      Ondansentron
Obat ini diperuntukkan untuk mencegah mual dan muntah yang disebabkan kemoterapi kanker atau setelah operasi. Ondansentron bekerja dengan memblokade hormon serotonin yang menyebabkan muntah. Selain itu, obat ini juga digunakan pada klien pecandu alkohol.
Obat ini digunakan sebelum atau sesudah makan. Obat ini juga dapat diminum bersama antasida.
Pada kemoterapi obat ini diberikan pada 30 menit pertama sebelum kemoterapi. Dosis selanjutnya sesuai anjuran dokter. Biasanya 1 sampai 2 hari setelah kemoterapi selesai.
Pada kasus lain pemberian obatnya pun berbeda.
Hal yang perlu diketahui seorang dokter, perawat atau pun seorang apoteker sebelum melakukan pemberian obat ini adalah riwayat penyakit perut atau usus, penyakit hati, dan alergi. Selain itu, pecandu alkohol sebaiknya mengurangi konsumsi alkoholnya saat mengkonsumsi obat ini karena dapat meningkatkan efek sampingnya. Obat ini juga diketahui dapat mengganggu konsentrasi konsumen dan dapat berpengaruh pada janin dalam kandungan serta mempengaruhi ASI pada Ibu produktif menyusui kerena obat ini disekresikan melalui ASI, salah satunya.
c.       Tropisetron
Obat jenis ini digunakan pada mual karena kemoterapi atau muntah pada anak. Indikasi dari obat ini adalah mencegah mual pasca operasi.
2.      Golongan Antagonis Dopamin
Golongan obat ini di otak dan digunakan untuk mengobati rasa mual dan muntah karena penyakit kanker, sakit akibat radiasi, obat golongan opiat, obat sitotoksik dan anstesi umum. Selain dopamin, ada juga obat yang disebut Metoclopramide yang juga bekerja pada salura pencernaan sebagai prokinetik namun kurang berguna pada rasa ingin muntah karena sitotoksik dan anastesi umum.
Yang harus diperhatikan sebelum mengkonsumsi metoclopramid adalah:
·         Konsultasikan ke dokter mengenai obat resep dan non-resep yang anda konsumsi yang mengandung amobarbital, insulin, narkotika, phenobarbital, sedative, transquilizer, dan vitamin.
·         Kemukakan pada dokter bila anda pernah mengidap atau masih mengidap tumor adrenal, penyakit kejiwaan, parkinson, hipertensi, penyakit hati, liver atau ginjal.
·         Kemukakan pada dokter tentang kehamilan maupun rencana kehamilan dan menyusui anda.
·         Saat anda masa operasi termasuk operasi dentist, kemukakan pada sentist tersebut mengenai konsumsi metoclopramid anda.
·         Obat ini menekan saraf sadar anda sehingga dapat menyebabkan kantuk, jadi usahakan untuk tidak berktivitas  berkendara selama mengkonsumsi obat ini dan jangan mengkonsumsi alkohol bersama obat ini.
3.      Golongan Antihistamines
Golongan antihistamin ini juga disebut golongan antagonis reseptor H1 histamin. Obat ini efektif untuk beberapa kondisi seperti mabuk perjalanan dan rasa mual di pagi hari pada ibu hamil.
a.       Dimenhydramine ® selain sebagai anti emetik juga mengatasi vertigo.
b.      Pyrathiazine
c.       Promethazine ® pada penderita penyakit jantung atau kegagalan fungsi hati perlu pengawasan yang ketat sewaktu minum obat ini atau bila tidak perlu, dianjurkan untuk tidak meminum obat ini. Selain itu anak-anak juga dianjurkan tidak meminum obat ini karena dapat menyebabkan Sindron Reye dan dapat menyebabkan konvulsi, halusinasi bahkan kematian pada anak. Obat ini juga menyebabkan kantuk dan tidak dianjurkan pada BUMIL dan Ibu Menyusui.
d.      Betahistine
Betahistin dihidroklorida adalah obat yang sangat mirip senyawa histamin alami. Betahistine bekerja secara langsung berikatan dengan reseptor histamin yang terletak pada dinding aliran darah, termasuk didalam telinga. Dengan mengaktifkan reseptor ini dapat menyebabkan vasokontraksi. Dengan peningkatan sirkulasi darah, mengurangi tekanan di telinga. Betahistine fungsi utamanya sebagai obat penyakit Meniere.
Obat ini mwmbantu menghilangkan tekanan didalam telingan dan mengurangi frekuensi dan keparahan serangan mual dan pusing. Betahistine juga mengurangi bunyi mendenging di telinga (tinitus) dan membantu fungsi pendengaran menjadi normal.
4.      Penghambat Channel Kalsium
Penghambat channel kalsium atau Flunarizine adalah penghambat masuknya kalsium dengan cara ikatan calmudolin dan aktivitas hambatan histamin H1. Obat ini efektif untuk mencegah migren, penyakit vaskular periferal terbuka, vertigo, dan sebagai terapi tambahan pada pasien epilepsi.

 III.            Jenis Obat Anti emetik (Domperidon 10 mg)
Domperidon merupakan antagonis dopamin yang mempunyai kerja antiemetik. Efek antiemetik ini disebabkan oleh kombinasi efek periferal (gastrokinetik) dengan antagonis terhadap reseptor dopamin di kemoreseptor yang terletak di area postrema otak.
Pemberian domperidone menambah lamanya kontraksi antral dan duodenum, meningkatkan pengosongan lambung dalam bentuk cairan dan setengah padat pada orang sehat, serta padat pada penderita yang pengosongannya terlambat dan menambah tekanan sfringter esophagus bagian bawah pada orang sehat.
INDIKASI
o   Dyspepsia fungsional
o   Mual akut dan muntah (termasuk yang disebabkan oleh levodopa dan bromokriptin)
KONTRAINDIKASI
o   Pengguna alergi pada domperidon
DOSIS dan CARA PEMBERIAN
o   Dyspepsia Fungsional
Dewasa dan Lansia, 3 kali sehari dan 10-20mg sekali sebelum tidur malam.
Pengobatan melebihi 12 minggu.
o   Mual dan Muntah
Dewasa dan Lansia, 10-20mg dengan interval waktu 4-8 jam.
Anak-anak (sehubungan dengan kemoterapi kanker dan radio terapi), 0,2-0,4mg/kgBB sehari dengan interval waktu 4-8 jam.
Obat diminum 15-30 menit sebelum makan dan sebelum tidur.
BAB III. PENUTUP
A.     KESIMPULAN
Anti emetik atau obat mual adalah obat yang digunakan untuk mengatasi rasa mual dan muntah. Anti emetik terbagi atas Golongan Antagonis Reseptor 5HT3-, Golongan Antagonis Dopamin, Golongan Antihistamines, Penghambat Channel Kalsium.
Golongan Antagonis Reseptor 5HT3- terbagi atas :
a.    Granisteron
b.    Ondansentron
c.    Tropisetron
Golongan Antihistamines terbagi atas :
a.    Dimenhydramine
b.    Promethazine
c.    Betahistine

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar